Bab 42

2133 Kata

Respati langsung tertegun melihat kalung tersebut. Pikirannya terlempar jauh ke beberapa tahun silam, menuju sebuah masa yang selama ini terkubur di sudut paling gelap ingatannya. Masa yang penuh luka, ketakutan, dan rasa sakit yang membangun karakter kuatnya seperti sekarang. Suasana di sana gelap dan mencekam. Tubuhnya dilempar keras ke lantai lembap yang dingin. Bugh! Pukulan itu terasa keras dan menyakitkan. Tubuh Respati terlempar lebih jauh. Kondisinya sudah basah kuyup akibat hujan deras yang mengguyur dari luar bangunan. Air menetes dari ujung rambutnya, membasahi wajah dan pakaian lusuh sekaligus robek yang melekat di tubuh kurusnya. Ia menggigil. Tubuhnya kedinginan. “Dasar bodoh!” Makian itu jatuh tepat ke wajahnya. “Hanya mengirim barang ke konsumen saja kamu tidak becu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN