Bab 56

2748 Kata

Keesokan paginya .... Suara kunci yang berputar membuyarkan kesadaran Aira yang sejak tadi setengah terjaga. Perempuan itu perlahan mengangkat wajah. Matanya mengerjap, menyesuaikan cahaya yang menyorot ke wajahnya. Ia memandang langit yang kini sudah terang. Tubuhnya terasa berat. Dingin yang menemani sepanjang malam belum sepenuhnya hilang. Kedua kakinya kaku karena terlalu lama berada dalam posisi yang sama. Saat mencoba berdiri, lututnya langsung bergetar. Aira terpaksa berpegangan pada dinding balkon beberapa saat sebelum benar-benar mampu menopang tubuhnya sendiri. Pintu balkon terbuka. Respati berdiri di ambang pintu dengan pakaian kerja yang sudah rapi. Kemeja putih yang dikenakannya tidak memiliki satu lipatan pun. Wajah pria itu terlihat sama seperti biasanya. Dingin dan suli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN