Bab 25. Semua Rindu Lu

1014 Kata

Naomi setengah berteriak ketika mendapatkan telepon dari Tami, mantan manajernya saat dulu dia bekerja di pizza delivery. "Tami! Ampuun daah. Pa kabar lu? Ngapain nelpon gue? Haha ... lu kangen gueee?" tanya Naomi setengah berteriak. Dia sedang istirahat makan siang. Dia bahagia sekali menerima telpon dari Tami. Saking senangnya, perasaan gundahnya pun lenyap. Suara renyah Tami yang berteriak memanggil namanya membuat suasana hatinya membaik. "Ya iyalah, gue kangen ma lu. Lu kan dulu bawahan gue yang paling rajin dan bawel." "Haha ... ampun, Tamiii!" "Sibuk nggak?" "Lagi istirahat makan siang, Ngobrol lama juga nggak apa-apa. Soalnya kerjaan gue juga sudah beres. Haha, jadi inem gue sekarang." "Inem sih inem, gajinya sama dengan gue, pija deliperi," seloroh Tami. "Eh, Omi, ada yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN