Naomi mengangguk. Dia langsung melangkah ke ruang depan. Duduk selonjoran sambil memainkan ponselnya. Naomi berpikir sejenak ketika tidak sengaja melihat ransel milik Nanda yang tergeletak di sampingnya. Kenapa dia dan Nanda sepertinya sudah lama saling kenal. Memang mereka bertetangga, tapi Naomi tidak pernah berkunjung ke rumah Nanda, begitu juga dengan Nanda yang tidak pernah pula berkunjung ke rumahnya, apalagi bermain bersama. Terlebih, sejak tamat SMP, Nanda sudah pindah sekolah ke Amerika. Juga, usia mereka yang terpaut cukup jauh. Naomi hampir dua puluh, dan Nanda yang hampir mendekati kepala tiga. Anehnya, tidak ada perasaan canggung sama sekali di antara mereka, apakah ada kisah yang terlupakan?. Cara bicara Nanda yang lemah lembut dan tatapannya yang teduh langsung mampu meru

