Teriakan Brata di sambungan teleponnya terdengar jelas oleh Fira walau ponselnya tidak ditempel ke daun telinga, lantas apakah wanita itu akan kembali mendengarkan ucapan Brata? Sudah tentu tidak, dirinya tidak mau bertengkar dan mendengar suara Brata lantas dimatikannya sambungan telepon tersebut. Sungguh tidak sopan ya, tapi Fira tidak peduli, karena menurutnya sudah tidak ada urusan lagi dengan pria tersebut. “NADIRA!” Brata kembali memanggil dengan teriakannya. “Sialan malah dia matikan teleponnya!” kesal Brata ketika suara nada sambungnya berubah. “Ya bagaimana gak bakal dimatikan, baru angkat telepon langsung dimarahin,” celetuk Arya sangat pelan, tapi celetukan tersebut terdengar di telinga Brata. “Apa tadi kamu bilang!” sentak Brata, lirikan netranya menajam. “Oh ... saya gak