“Let’s break up.” Revin tahu, hubungannya dan Milda bukanlah tipikal hubungan penuh bunga dan mesra seperti pasangan pada umumnya. Selain hubungan rumit mereka dan belasan tahun terpisah dengan luka yang menganga, keduanya juga pernah belasan tahun menjadi teman—bahkan rival sebelumnya. Oleh sebab itu ada hari di mana mereka bertengkar sebagai bentuk dari affection dan kemesraan mereka yang memang unik daripada yang lain, tetapi ada juga hari di mana pertengkaran itu lebih serius dan membuat keduanya saling bungkam satu sama lain sebelum ada yang mau menurunkan ego dan mengalah. Namun tidak ada satupun dari pertengkaran itu yang mengarah kepada tiga kata yang baru beberapa saat lalu terucap dari bibir Milda. Seperti bom atom yang tiba-tiba saja dijatuhkan tepat di atas kepalany