Tiga hari setelah resepsi, pesawat pribadi milik Arka yang membawa pengantin baru itu mendarat perlahan di Bandara Ngurah Rai, Bali. Arini menatap keluar jendela, memperhatikan hamparan hijau dan birunya laut yang perlahan-lahan makin jelas terlihat seiring pesawat menurunkan ketinggian. Ada senyum kecil yang tanpa sadar terukir di bibirnya. “Kenapa senyum-senyum sendiri? Hm?” tanya Arka sambil melepas sabuk pengaman, matanya penuh geli memperhatikan istrinya. Arini menoleh, menggeleng pelan. “Cuma ... ingat kalau aku pernah mimpi ke sini.” Alis Arka terangkat sedikit. “Sama siapa?” “Berdua sama kamu.” Arka diam sejenak, memperhatikan wajah istrinya yang dipenuhi kenangan yang tidak sepenuhnya ia pahami. “Terus di sini ngapain?” Arini tertawa kecil, geli pada dirinya sendiri. “Nggak

