Bab 155

2840 Kata

“Iya, Ren.” Anita tidak sungkan mengakui. :Nggak tau kenapa, akhir-akhir ini pikiranku penuh banget soal suamiku.” Reno menarik napas panjang, memberi jeda untuk menanggapi. Ia hanya menarik kursinya sedikit lalu duduk bersandar. Tangannya memainkan bolpoin di atas meja, sementara matanya tetap memperhatikan Anita yang kini menunduk menatap perutnya sendiri. Sudah sekitar satu tahun ia mengenal wanita itu, membuat Reno cukup tahu kapan Anita sedang baik-baik saja atau justru sebaliknya. Anita mengusap bagian samping perutnya pelan. Bayinya menendang kecil dari dalam sana. Namun, kali ini hal itu tidak cukup membuat suasana hatinya membaik. Pikirannya masih penuh oleh banyak hal yang tidak bisa ia ceritakan kepada sembarang orang. “Kamu sama Arka lagi ada masalah?” tanya Reno akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN