"Siapa pria simpananmu, Rin?" Rupanya Restu tidak menyerah untuk menuntut jawaban dari perempuan tersebut. Ia ingin tahu sosok pria yang sudah membuat Arini berubah seperti sekarang. "Nggak penting dan nggak perlu tau. Ini privasi, Mas." Arini bicara penuh percaya diri. "Dan, aku nggak suka kalau privasiku diusik." Bukannya berhenti, Restu makin hilang kendali. Ia mencekal kuat pergelangan tangan Arini. "Sadar nggak apa yang sudah kamu lakukan?" Arini menepis tangan Restu. Ia mengambil sesuatu dari dalam saku celana. Puluhan lembar uang ratusan ribu ia berikan pada lelaki tersebut. "Makasih pernah bantu Arin, Mas. Uangnya aku kembalikan." Restu menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia hanya menatap uang yang kini ada di depannya. Rasanya ... kecewa. Arini seperti mengukur

