"Mas Arka punya batas bagi orang yang kerja di sini," terang Anita datar. Tatapannya redup, seperti menanggung sesuatu pada sosok Arini. "Dan, kamu sudah melewati batas itu, Rin." Punggung Arini jatuh ke sandaran kursi. Ia mengerjap ringan berulang kali. Tidak. Kali ini perempuan tersebut tidak takut dengan batas Arka yang disebutkan Anita. Namun, ia punya perasaan yang lebih hancur dari itu. Dalam hati, ia terus merutuki dirinya sendiri. Meratapi kebodohannya karena sudah bermain jauh dengan Arka. Apalagi ketika di Bali ia sempat terbuai dengan sikap Arka yang lebih lembut. Tidak ada sentuhan kasar. Tidak ada kata-kata frontal yang digunakan untuk memakinya. Akan tetapi, semua itu terjadi hanya tiga hari. Setelah malam ia tertangkap basah tengah makan malam bersama Angga, semuanya

