Bab 178

940 Kata

Pagi menyingsing pelan di ufuk Bali, cahaya matahari emas menyusup lembut melalui tirai tipis kamar villa, menerangi ranjang yang masih berantakan dengan kelopak bunga kamboja yang kini agak layu. Arka terbangun lebih dulu, tubuhnya masih telanjaang di bawah selimut sutra putih, dengan Arini meringkuk nyaman dalam pelukannya. Daada bidang Arka menjadi bantal hangat bagi kepala istrinya, sementara lengannya melingkar posesif di pinggang ramping Arini, seolah tak ingin melepaskan sedikit pun kehangatan semalam. Arka tersenyum tipis, matanya penuh kasih sayang yang dalam saat menatap wajah damai Arini. Rambut istrinya acak-acakan, bibirnya masih sedikit bengkak karena ciuman malam tadi, dan pipinya yang halus memerah samar karena sisa-sisa gairah. Perlahan, jari-jarinya membelai pipi Arini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN