Bab 69

4202 Kata

“Aku nggak bisa, Mas.” “Berani menolak?” Arka tidak bertanya, tetapi mengancam. Tatapannya jelas tengah mengintimidasi Arini. Perempuan itu menatap sekeliling kamar. Seketika ia punya cara untuk meminta izin pada sang nyonya. Arini lantas mengangguk. “Aku usahain.” Senyum setan terbit di bibir Arka. Ia maju, kemudian mencubit dagu perempuan di hadapannya. Kasar, ia arahkan wajah itu supaya menatapnya. “Nggak ada kesempatan untuk kamu menolak, Rin.” Arini menepis tangan Arka. Ia memalingkan wajah. Kedua tangannya mengeratkan mantel yang dikenakan. Pria tersebut meliriknya singkat. Pakaian miliknya terlihat kebesaran ketika dikenakan Arini. Menarik. Lebih indahnya lagi, leher mantan kekasihnya itu dipenuhi tanda merah akibat perbuatannya. “Keluar.” Tanpa menjawab apa pun, Ari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN