Part 76

1540 Kata

“Aaaahh!!” Tubuh Dina bergetar, rasa nikmat dan geli membuatnya gelisah, enak sekali pentilnya dikulum-kulum laki-laki berbibir monyong seperti Dudung. Ukuran bibirnya yang besar membuat payudaranya seperti dioles oleh sepon besar basah yang mengitari balon buah dadanya. Entah harus senang atau malah risih, membingungkan Dina. Ia tidak ingin terlena oleh orang seperti Dudung, tapi ini enak sekali. Tangan Dudung yang besar masih tak terhentikan, meremas dan memilin buah d**a Dina sebelah kanan sementara mulutnya nyosor kesana kemari di d**a kiri. Pak Bambang duduk di kursi yang agak jauh dan membiarkan anaknya menikmati keindahan p******a ibu muda yang cantik itu. Ini bukan pertama kalinya buah d**a Dina menjadi sasaran laki-laki asing, namun entah kenapa Dina tidak ingin menghentikan Dud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN