Part 78

1832 Kata

“I… Iya… Dudung.” Dina bangkit dari tidurnya. Tapi sosok Dudung tetap tidak bergerak, pria itu masih berdiri di dekat pintu, seakan-akan takut mendekat ke ranjang. Dina menunggu dan duduk terdiam di atas ranjang. Dina menunggu. Dan menunggu. Masih menunggu. “Mas Dudung?” “I… Iya?” “Kenapa berdiri di situ terus? Mas Dudung mau tidur kan?” “I… Iya…” Masih dengan langkah ragu, Dudung bergerak maju ke arah ranjang. Ia duduk di tepi pembaringan, dengan tubuh membelakangi Dina. Dina duduk menjauh, dia hanya berharap laki-laki bodoh ini sudah terlalu lelah sehingga mereka tidak perlu bermain cinta. “Mas Dudung capek?” “Iya…” “Mas Dudung mau tidur?” Dudung menggelengkan kepala dengan semangat. “Katanya capek?” tanya Dina. “Kalau capek tidur saja, ya?” “Ka-kata bapak… Du-Dudung… Dud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN