Pak Bambang menyalakan lampu kamarnya dan duduk di depan meja kerja sambil memegang pena dan beberapa carik kertas kosong. Apa yang ia saksikan beberapa minggu belakangan ini telah mengubah semua pandangannya, ia tidak menduga kehadiran Dina akan membawa perubahan besar dalam keluarganya, terutama pada Dudung, tapi nyatanya itulah yang terjadi. Dudung berubah menjadi laki-laki yang lebih baik, lebih menurut dan pada saat-saat tertentu Pak Bambang yakin, walaupun Dudung bukanlah orang yang pintar, paling tidak ia bukan orang jahat seperti dirinya. Semua itu berkat Dina. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Dina meladeni Dudung dengan penuh kesabaran dan telaten. Ia berharap Dina mulai luluh dan jatuh cinta pada putranya yang lugu itu. Dina bisa membuat Dudung melakukan hal-hal yang s

