Alya mencoba membuka matanya, tapi rasanya berat sekali. Ia mendengar suara seseorang memanggilnya. Di mana ini? Kenapa berat sekali rasanya bangkit dari tidur? Tunggu dulu… ini bukan tempat tidurnya, ia tidak sedang berada di ranjang, ia sedang berada di rerumputan… ia sedang berada di kebun! Ya! Alya ingat sekarang! Dia tadi pingsan karena kelelahan! Perlahan fokus Alya mulai kembali, matanya terbuka perlahan, sinar terang seperti menembus ke dalam batok kepalanya, nyeri sekali. Untungnya Alya tidak perlu membuka mata terlalu lebar untuk tahu siapa yang datang. “Bu Alya? Ibu tidak apa – apa?” tanya Paidi khawatir, keringat yang mengalir di tubuh Alya adalah keringat dingin. Paidi mengetahuinya ketika ia mencoba mengusap keringat yang menetes di dahi majikannya dengan menggunakan punggu

