Tiba-tiba terlintas pikiran nakal di kepalaku. Selama ini, aku tak pernah menanyakan bagaimana hubungan seks Dokter Ara dan Pak Tio. Dia hanya pernah bilang jika Pak Tio tak dapat memuaskannya. Aku ingin tahu lebih dalam. Tak apalah. Siapa tahu ini bisa menambah bumbu di hubungan kami. Biasanya, segala yang berawal dari cemburu akan berlangsung panas. Hubunganku dengan Dokter Ara tak boleh membosankan. "Bu Dokter sayang, aku boleh nanya sesuatu nggak?" aku membuka pembicaraan. Tubuh kami tetap berpelukan. Kubelai punggunggnya, ia membelai dadaku. "Tanya apa sih, Mas?" suara khasnya membangkitkan gairahku. "Dua malam ini bagaimana? Sudah keluar berapa kali?" aku menggodanya. Kalimat terakhir kubisikkan tepat di telinga. Ia mencubit lenganku. Aku meringis. Ia merapatkan pelukan. "Kamu s

