Part 19

1309 Kata

Aku bangun dengan kondisi tubuh yang masih terikat. Badanku rasanya sudah tak bisa diungkapkan lagi. Pegal dan ngilu karena tertidur dengan kondisi seperti ini. Mbak Rani juga sudah tidak berada di atasku lagi. Ia nampak lelap di ranjang sebelah dengan kondisi yang masih sama. Rasanya ingin mandi dan membersihkan badan tapi apa daya, aku tak bisa membuka ikatan ini sendiri. Tentu, aku hanya bisa merenung dan menerawang. Menunggu Mbak Rani bangun dari lelapnya. Beberapa menit kemudian, Ia nampak menggeliat, membuka mata dan menatapku. Ia tersenyum, bangkit. Ia tak langsung melepas ikatanku, tapi diciuminya dulu bibirku. "Makasih ya, Wang. Tadi malam pengalaman yang luar biasa," Ia memelukku. "Sama-sama, Mbak. Tapi boleh minta tolong lepasin dulu nggak?" aku tersenyum "Oh iya. Maafin aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN