Pertanyaan yang sia-sia. Ia tak menjawab sama sekali. Menoleh pun tidak. Mungkin ia sedang menyesali kebodohannya. Menerima ajakan laki-laki random di sebuah aplikasi, dapatnya seperti ini lagi. Aku tahu Milly. Oh iya belum kuceritakan bahwa Milly adalah teman kuliahku. Ia bidadari. Ia salah satu yang tercantik di jajarannya. Seksi pula. Dalam sejarahnya, tak ada laki-laki biasa yang digandengnya. Minimal ya harus tinggi, tampan, maskulin, dan kaya sih. Itu hasil dari pengamatanku. Bagaiamana tak malu jika kemudian yang ia temui kini teman kuliahnya yang pendek, kecil, jelek, dan tak punya uang. Ah, kenapa aku jadi menjelek-jelakkan diri sendiri begini. Jelek-jelek begini juga sudah membuat ampun-ampunan 3 wanita. Aku harus tetap percaya diri. "Kamu sudah sering cari cewek kayak gini?" M

