“Waah! Tidur semua,” ucap Arini melihat Milan di gendongan asisten rumah tangganya, sementara Cairo berada di gendongan Sastra. “Taruh dulu Cairo di kamar, terus balik ke sini karena Mama mau bicara.” Sastra mengangguk. Ia bergegas menaiki tangga, lalu meletakkan Cairo di tempat tidur berbentuk mobil sport-nya. Sebelum keluar, Sastra menyalakan pendingin ruangan kemudian menutup pintu. Dengan segera ia menuruni tangga dan menemui Arini yang sedang bersantai di ruang keluarga seorang diri. “Papa ke mana?” tanya Sastra langsung menghempaskan tubuh pada sofa. Berbaring santai dan meletakkan sebuah bantal sofa di bawah kepala. “Tidur.” “Mama nggak tidur?” “Baru aja bangun,” jawab Arini meletakkan tabletnya di sebelah paha, lalu melepas kacamata. “Kamu naksir Nada?” tembaknya tanpa berbasi

