NDS~36

1362 Kata

“Aku pulang dulu,” pamit Sastra sambil menarik pagar rumah Nada. Ia sudah berpamitan pada Anggi, tetapi belum bicara apa pun mengenai rencana pernikahan dengan Nada. Sastra harus memastikan dulu pada Arini, apakah sang mama telah bicara pada Anggi. “Kamu bicara dulu dengan ibumu dan aku juga bicara dengan mamaku,” lanjut Sastra. “Lusa, kita bicara dengan papamu. Kalau fix semua, kita langsung nikah.” “Oke.” Nada mengangguk. Sudah tidak ada jalan untuk mundur. Sebentar lagi, ia akan menikah dengan Sastra dan statusnya berubah menjadi seorang istri. “Besok pagi, kita bicarakan semua sambil berangkat ke kantor.” Sastra menambahkan sambil meraih jemari Nada dari luar pagar. Namun, baru saja ia menggenggamnya, gadis itu langsung menepuk keras punggung tangan Sastra. “Tangannya nggak usah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN