“Apa bisa dijenguk?” tanya Anggi tetap tenang, setelah mendengar penjelasan Sastra. “Saya bisa kontak pak Hendi, kalau Ibu mau jenguk pak Rizal,” jawab Sastra. “Nanti biar beliau yang urus segala sesuatunya.” “Kalau begitu, saya mau jenguk,” kata Anggi tanpa keraguan. “Dan bagaimana dengan ... harta yang ada sekarang? Kami mau bercerai dan ada harta yang pasti disita, kan?” “Betul,” jawab Sastra dengan anggukan. “Tapi, kita akan menunggu putusan hakim untuk itu. Jadi, biarkan pak Rizal fokus dengan kasusnya utamanya dan kita selesaikan perceraian ini.” “Terima kasih,” ucap Anggi tidak akan mengubah keputusannya. “Kamu baik-baik aja, Nad?” Justru, Anggi khawatir dengan putrinya. Nada pasti semakin terpukul dan kecewa karena papanya kemungkinan akan mendekam di penjara. Setelah mendapat

