“Arghhhh.” Ringis Amanda kesakitan, ia sudah bolak-balik arah menekuk lututnya karena perutnya yang terasa sakit. Sampai akhirnya Arven terbangun karena mendengar rintihan Amanda. “Sayang, kamu kenapa?” Kepala Arven terasa sakit karena tiba-tiba bangun, namun saat ini lebih penting Amanda. “Perut kamu sakit?” Amanda tak menjawab, ia hanya merintih kesakitan. “Bukannya kamu baru check kemarin? Kita ke rumah sakit lagi?” Tanya Arven ikutan panik, Amanda juga tidak tahu apa yang menimpanya. Arven sedikit berlari ke dapur guna mengambil air hangat untuk Amanda. Ia membantu istrinya untuk duduk sejenak, lalu memberikan air. Setelah itu Arven menyentuh perut Amanda dan mengelusnya. Seketika Amanda menatap Arven membuat pria itu takut Amanda marah dan menarik tangannya. Namun Amanda segera me