Amel tak bisa menyembunyikan tangis haru miliknya. Di depan sebuah cermin- wanita yang sejatinya hanya merupakan ibu sambung dari Restiana Tirto itu, melihat putri cantiknya. Amel tak menyangka jika waktu berlalu sangat cepat. “Mama jangan nangis. Mbak jadi pengen ikutan nanti.” Ujar Resti sembari meraih jemari sang ibu dengan tangan kirinya. Resti menengadahkan wajah, mencoba menghalau air mata yang ingin turun. “Mbak harus tampil cetar di depan Mas Hasan.” Amel tentu saja langsung terkekeh dan menghempaskan tangan Resti. “Dasar! Hasan terus perasaan!” kesal Amel- pura-pura. Ia mana mungkin berani merusak hari bahagia putri kesayangannya. “Oma mana, Ma?” “Lagi sama Mbak Sarah. Mbak nggak papa kan?” tanya Amel balik. Ia takut jika Resti memiliki perasaan iri karena nyatanya Sukma saat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


