LOH!! “Bak Yeyeee...” Niel melepaskan jemari Bumi dari telapak tangannya. Ia berlari menuju Resti yang masih speechless— antara percaya dan tidak, melihat sosok Niel. “ntiknya Niel..” Mata Resti mengerjap, begitu juga dengan Rara. Dua wanita itu benar-benar terkejut setengah mati dengan kedatangan sang adik. Terlebih Niel memuji Resti sebegitunya di pertemuan pertama mereka setelah penculikan. Tapi jika perhatikan lagi, Niel tidak seperti anak korban penculikan. Anak itu terlihat biasa saja. Masih sama dengan Niel sebelumnya. Apakah tak ada trauma yang tercipta akibat penculikan itu?! Atau ini justru mekanisme yang tanpa sadar alam bawah sadar Niel bentuk? “Niel..” Amel dibelakang Niel berlari kecil. Layaknya sebuah drama, kaki-kaki Amel bergerak lambat. Sembari meliukkan tubuh, ia dek

