144

1161 Kata

Brukk!! “Nggak apa.. Saya nggak apa santai aja.” Ujar Amel sembari bangkit. Ia menahan rasa malunya sekuat mungkin sembari mengirimkan sinyal-sinyal pembunuhan pada Handoko. Manusia polos satu itu tampaknya memang harus Amel berikan pelajaran agar pintar. “Lanjut aja, Bu. Lanjut!” pinta Amel. Ia membuat gerakan mendorong menggunakan telapak tangannya yang terbuka. “Kebiasaan kamu Amel. Jangan bikin password aneh-aneh lagi. Kalau suami kamu ngambek, Ibu nggak mau ikutan.” Omel Sukma membuat Amel meringis. Amel memiringkan tubuh ke kanan. Ia menatap Hanggono lalu memberikan cengiran. “Kita bahas nanti ya Mas. Di ranjang aja.” Kedipan mata Amel berikan agar Hanggono tak marah. “Iya Bu.. Bercandaan aja kok. Siapa memang yang berani ngatain Mas Hang.” Kekeh Amel sembari menghadap wajah seriu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN