163

1162 Kata

 Amelia bukan tidak mengerti. Sejak kecil Amel terbiasa melihat hantu. Meski demikian Amel bukanlah manusia yang memiliki ilmu tingkat tinggi. Ia hanya sekedar sial karena bisa melihat makhluk tak kasat mata. Aneh sekali.. Amel sudah kehilangan kelebihan tersebut saat ia menginjak bangku sekolah pertama. “Aneh..” decak Amel sembari membalikan tubuh. Ia menjauhi pintu kamar yang Sukma tempati. Amel tadi ikut panik melihat Sarah berlari. Asisten pribadi ibu mertuanya terlihat seperti orang kerasukan. Sarah bahkan tak mendengar panggilannya. “Ah.. Gue ngigo nih akibat terserang mala rindu.” Gumam Amel sembari berjalan untuk kembali ke kamarnya. Ia akan melupakan apa yang dirinya lihat. “Ih Niel! Papa kamu tega banget bikin kita bobok cuman berdua.” Kesal Amel. Ia menatap Niel yang tidur den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN