152

1072 Kata

“Pak.. “ Sapa Darmanto ketika membukakan pintu. “Dar.. Kamu harus cepet!” Hanggono memberi perintah. Ia takut jika Amel akan lepas kendali mengetahui kabar mengenai Siska. “Bapaaaaak!!” teriakan terdengar dari dalam lobi perusahaan. Hanggono menghembuskan nafas sembari melihat Handoko yang sedang berlari menuju mereka. “Dia ikut kita!” ujarnya pada Darmanto. “Depan Han.” Darmanto memberitahu tempat Handoko duduk sebelum menutup pintu belakang mobil. Ia segera berlari dan masuk. Melajukan tunggangan Hanggono untuk membelah padatnya Jakarta di siang hari. “Han.. Telepon pihak kampus Resti untuk mempermudah berkas masuk Hasan.” Hanggono memberi perintah. Ia lalu menatap Darmanto dan menanyakan apakah asistennya yang lain itu telah mendapatkan lokasi keberadaan sang istri. “Alex sudah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN