141

1110 Kata

Hanggono menghempaskan Resti ke atas ranjang kamar yang dulu Amel tempati ketika hamil. Ia tak peduli dengan teriakan para wanita. Hanggono yakin ibu dan anak pertamanya juga pasti shock melihat penampilan Resti. Kenyataannya mereka bahkan telah berbondong-bondong menyusul. “Kunci pintunya, Ra! Kunci!” panik Sukmana Tirto terdengar ditelinga sang putra. “Ya Tuhan Resti!” geram Sukma sembari menatap cucu keduanya. Respon wanita beda generasi itu sangat kontras jika dibandingkan dengan si tersangka. Resti terlihat begitu santai, mendudukan diri sembari melipat kaki di atas ranjang. “Iih! Kenapa sih! Mbak mau sambut Hasan loh!” Gemas.. Hang langsung mendaratkan toyoran sampai-sampai Resti terjengkang dan terkapar di ranjang. “Papa!” protes anak itu tak terima. “Kepala Mbak ditoyor-toyor! M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN