Terlihat enggan meninggalkan sang istri, tapi tuntutan pekerjaan dan profesional di pertaruhkan. Ia sudah berkomitmen dan bertanggung jawab atas pilihannya. Saat dalam perjalanan ponselnya berdering. Ia berdecak kesal saat melihat nama Dudi terpampang di layar ponselnya. “Iya.” jawabnya ketus. “Ini di jalan, mau sampai” lanjutnya, saat sang manajer menanyakan keberadaannya. “Iya, aku tahu.” jawabnya lagi dan langsung memutus sambungan secara sepihak. Padahal mungkin saja Dudi belum menyelesaikan ucapannya. Arhan memasukkan ponsel kedalam tas jinjing miliknya, enggan menerima komplain dari sang manager karena keterlambatan dirinya. Jika dulu Arhan selalu pergi tanpa memikirkan bagaimana keadaan Kayra, lain halnya dengan saat ini. Ia merasa enggan bahkan kecurigaan itu hadir mengga

