"Pak, apa yang terjadi? Pasien kenapa?" Suster itu bertanya dengan nada khawatir, sedangkan yang ditanya hanya bisa menangis karena tak kuat menerima beban akan peninggalan istrinya. Baru beberapa menit lalu istrinya baik-baik saja, mereka bahagia namun kenapa sekarang bahagia itu direnggut paksa darinya? Apa ia tidak bisa bahagia? "Aku mencintaimu, selamanya akan tetap seperti itu. Kau adalah wanita satu-satunya di hatiku." Gava mengeluarkan kotak cincin dari saku celananya, tadinya ia hendak melamar wanita itu hari ini namun kematian lebih dulu mengambil wanita itu darinya. Namun kematian wanita yang ia cintai tak akan membuatnya mundur untuk melamar wanita itu. "Walaupun kau sudah tiada, namun aku akan tetap melamarmu di sini, maukah kau menjadi istriku?" "Aku tak terima penolakan,

