BAB 49

1438 Kata

Ini adalah pesta, bukan pertunjukan sirkus, tetapi Elaina merasa seperti binatang yang dipamerkan di tengah arena. Semua mata tertuju padanya, penuh dengan berbagai ekspresi terkejut yang tak bisa disembunyikan. Suasana terasa sesak meski ruangan begitu luas. Dari sudut matanya, ia melihat Meriam dengan mulut terbuka lebar, seolah kehilangan kata-kata, sementara Ivanka berdiri kaku di sampingnya dengan alis yang hampir bertaut. Fidell, yang biasanya tenang, tampak terpaku seperti patung, dan bahkan Aldian, yang dikenal paling santai di antara mereka, hanya mampu memandangnya tanpa suara. Namun, perhatian Elaina terhenti saat pandangannya bertemu dengan Lucinta. Perempuan itu tampak berbeda dari yang lain-bukan terkejut, melainkan terbelalak sebelum akhirnya tertawa kecil. Langkah Lucinta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN