Leon membuka pintu ruang kerja Sasmita sambil tersenyum santai. Namun, senyum di wajah Leon berangsur menepi digantikan dengan ekspresi tidak mengerti. Tak ada Sasmita di ruang kerja, pun dengan tas Sasmita yang juga tidak ada. Sungguh tak ada tanda-tanda Sasmita akan kembali meski dua kotak rujak masih ada di meja Sasmita yang kali ini masih terlihat berantakan. Tak biasanya Sasmita meninggalkan meja kerja dalam keadaan berantakan, kecuali mungkin untuk hal yang sangat mendesak. Lalu, ke mana Sasmita pergi? Apakah mungkin Sasmita sudah pulang dan itu untuk urusan yang sangat mendesak seperti dugaan Leon? “Kenapa sampai enggak ngabarin, sih? Katanya mau pulang bareng?” Leon memastikan keadaan meja Sasmita dengan jarak lebih dekat, takut ada surat yang Sasmita tinggalkan untuknya karena