Kata-kata yang terlontar dari bibir Bibi cukup menimbulkan tanya di benak Maura. Hanya saja, sekali lagi Maura tak begitu ambil pusing, toh wajar saja jika Abimanyu sempat membawa wanita lain sebelum ini. Hendak dipermasalahkan juga apa haknya? Toh masih baru mengenal, sudah jadi hak Abimanyu membawa siapapun ke rumah untuk dikenalkan sebagai istri. Terlebih lagi, sebelum menikah ada yang namanya seleksi, tentu saja bukan hanya satu orang. Akan tetapi, terkhusus dirinya mungkin ada pengecualian karena kini tengah mengandung anak pria itu, begitu pikir Maura. "Tidurlah, aku mandi dulu," ujar Abimanyu memecah lamunan Maura. Wanita itu menoleh, raut wajahnya berubah panik ketika menyadari Abimanyu mengunci pintu kamar. Bukan sekadar terkejut, melainkan cemas hingga wajahnya mendadak pucat

