Sebuah rahasia

1179 Kata

Veve menangis sesenggukan di pangkuan Akbir. Veve memilih menyembunyikan wajahnya di leher suaminya. Sakit hatinya di perlakukan semena-mena. "Sudah jangan nangis lagi," bisik Akbir mengelus surai panjang istrinya. Tubuh Veve makin bergeter. Bahkan ia menggigit bibirnya sendiri agar tak menimbulkan isakan. Akbir yang mengetahui itu, langsung mencium bibir Veve. "Jangan gigit bibirmu, gigit bibir kakak!" titah Akbir sebelum menyatukan kembali bibirnya pada bibir Veve. Veve diam saja. Dengan kesal, ia menggigit keras bibir Akbir. Akbir meringis, tapi juga tak berniat melepas penyatuan bibir mereka. Setelah di rasa Veve mulai tenang, Akbir membaringkan Veve ke tempat tidur. "Maafkan aku," ujar Akbir mengelus pipi Veve lembut. "Aku tak butuh maaf, aku butuh penjelasan." jawab Veve sesengguka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN