Basuki tidak menyangka jika Asma akan langsung menjawab lamarannya hari itu juga. Dia pikir gadis itu akan kembali meminta waktu seperti dulu. Pria berstatus duda anak satu itu tak dapat menahan letupan bahagianya. Dipeluknya Asma dengan erat dan dia hadiahi dengan kecupan bertubi-tubi di wajahnya. Asma terkikik geli karena Basuki yang tak kunjung melepaskan dirinya. Dia sampai harus mendorong d**a bidang pria itu agar bisa bernapas. Saking eratnya Basuki memeluknya. "Terimakasih karena kamu mau menerima lamaran Bapak." ujar Basuki menangkup wajah Asma dengan lembut. Binar bahagia terlihat jelas di manik jelaganya saat ini. Asma membalas tangkupan tangan Basuki pada wajahnya. Mengelus punggung tangan pria itu dengan senyum teduh yang menghiasi wajahnya. "Nggak ada alasan buat Asma nol

