Tepat di depan sana, di balik pintu penghubung menuju tangga darurat, puluhan anak tangga menyambut kedatangan mereka. Bau busuk, apek, berpadu dengan bau amis dan bebauan senyawa kimia sejenis etanol, begitu saja menyeruak, menusuk indera penciuman. “Tuan, apa anda yakin, kita akan masuk ke dalam sana?” tanya Jhose, saat melihat keadaan pada tangga darurat itu benar-benar sangat gelap. Tanpa ada cahaya barang setitik saja. Walau awalnya Sean hanya terdiam dan memandangi kegelapan di bawah sana, pada akhirnya pria berahang tegas itu mengangguk, meyakinkan diri, juga ketiga orang yang ikut bersamanya. “Ya, kita akan masuk ke dalam sana,” jawab Sean sembari menenggerkan kembali kacamata inframerah yang tersemat di atas kepalanya, tepat pada batang hidung. Diikuti oleh Jhose, Moreli, ju
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari