Ranjang yang menampung dua orang itu berderit saat Nadira merangsak turun dari sana, dan Kai dapat merasakannya dengan jelas. Sembari membenahi pakaiannya yang sedikit kusut, mata Nadira membulat saat melihat keadaan sekitarnya yang telah menggelap. "Astaga! sudah malam, jam berapa sekarang," gumamnya, beralih menatap jam tangannya. "Ya ampun, aku tertidur hingga empat jam lamanya? Bagaimana ini," rutuknya. Kai membuka sebelah matanya, dia terkekeh mendapati Nadira yang terus bergerak kesana kemari dengan gelisah. Tak tega membiarkan Nadira dalam keadaan seperti itu, Kai pun memutuskan untuk mengakhiri pura-pura tidurnya. "Eugh ...," Kai menggeliatkan tubuhnya. "Kau sudah bangun?" "Hm. Kenapa tidak membangunkan aku?" "Aku juga baru bangun," jelas Nadira. "Ya sudah, aku akan cuci