52. Salah paham

1647 Kata

"Berani-beraninya dia menolakku!" Prang! Kai menyambar lampu tidur dan membantingnya ke lantai. "Kau pikir siapa dirimu! Berani sekali kamu menolakku!" Lagi, Kai berteriak lantang yang disusul dengan serangan membabi buta dan menyebabkan isi kamarnya tak ubahnya kapal pecah. "Kenapa kau menolakku! Kenapa!" Habis sudah barang-barang di kamar itu dan berakhir pecah berserakan di lantai, tapi itu semua tidak membuat Kai merasa puas. Kilatan api masih menyala-nyala dari sorot matanya. Merasa lelah, tubuh Kai merosot di lantai dengan mata terpejam erat. Emosinya telah memuncak hingga membuat kepalanya terasa mendidih dan Kai perlu melampiaskannya agar dia tak menjadikan Nadira sebagai sasarannya. Perlahan, nafasnya mulai teratur. Menghabiskan waktu hingga berjam-jam menumpahkan segala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN