Nadira yang sempat merebahkan tubuhnya di kasur, kini berpindah menuju balkon. Berduaan dengan Kai sungguh membuatnya gelisah, pasalnya ia bingung harus berbuat apa. Sejak keduanya memasuki kamar, tidak ada yang dilakukan Kai selain hanya duduk diam sambil fokus pada layar persegi panjang yang sedang ada dipangkuannya. Jadilah gadis itu memutuskan untuk pergi ke balkon sekedar menghirup udara segar. Melihat berbagai jenis bunga yang terhampar di taman di bawahnya, merupakan kesenangan tersendiri bagi Nadira. Bunga-bunga itu tumbuh dengan baik setelah beberapa bulan lalu dia tanam dan rawat di sela-sela kesibukannya di rumah sakit. "Sedang apa?" Suara yang sangat dikenalnya, menginterupsi Nadira. Membuat gadis itu menoleh ke arah suaminya. "Tidak ada. Apa ada sesuatu yang kau butuhkan?"