Sepanjang perjalanan ke rumah orang tua Zello, Sheza berubah menjadi pendiam. Zello yang tahu jika Sheza gugup pun menggenggam tangan Sheza untuk di tenangkan. "Sheza, kamu gugup?" tanya Zello. Sheza mengangguk, kemudian menggeleng. Hal itu membuat Zello tersenyum tipis. Dia gemas sekali jika Sheza seperti ini. Berbeda sekali saat Sheza bersama orang lain. Wajahnya akan menampilkan wanita independen yang keras dan berhati dingin. Tapi aslinya dia tetap kucing imut bagi Zello. "Mama, papa orang nya baik. Cuma ya gitu cerewet sewajarnya orang tua." Sheza menatap Zello yang selalu tersenyum saat membicarakan orang tuanya. "Kamu sayang banget ya sama mereka?" Zello mengangguk, dia membawa tangan Sheza yang dia genggam ke depan bibir nya lalu menciumnya lama. Tangan satunya sedang fo

