Malam itu Raka benar benar gelisah, semalaman dia tak bisa memejamkan matanya karena Cila terus memeluknya dengan erat. Raka yang merasa jika Cila sudah tertidur pulas perlahan melepaskan pelukan Cila. Dia kembali menghubungi Zello untuk memastikan semuanya. "Kamu yakin mau bantuin dia?" tanya Zello dari seberang telfon. Raka sempat terdiam tapi kemudian dia mengambil napas panjang dan menghembuskannya perlahan. "Bantu aku bicara sama ayah dan ibu. Jika mereka tahu Cila sahabat Sheza pasti ayah dan ibu akan mengijinkan. Kalau perlu juga aku akan minta bantuan pada Tante Moza juga Om Farhan." Raka sedikit frustasi dengan semua itu. Sedangkan di seberang sana Zello masih tampak berpikir jauh. Mengingat bagaimana Raka yang sebenarnya. "Aku akan bicarakan dengan mama sama papa. Ka

