Perkataan Sheza barusan sedikit mengganggu Zello. Dia masih melihat wajah Sheza yang teduh setiap bersamanya. Rasanya ada yang tak nyaman saat ini. Dari pada sebelumnya, Zello melihat jika Sheza lebih banyak diam. "Sayang, masih ada yang kamu pikirkan?" Sheza yang sejak tadi hanya diam menggeleng. Dia memeluk Zello yang duduk di sebelahnya. Setelah kemarin Sheza mengatakan dia ingin berlibur, Zello langsung mengurus semuanya tanpa ada kendala. Beruntung pemotretan Sheza juga sudah selesai. Jadi Sheza bisa liburan dengan tenang. Mereka sedang dalam perjalanan ke negara kincir angin yang Sheza mau. Awalnya Zello tak bisa mendapatkan tiket untuk pergi tapi ternyata rencananya di ketahui oleh papanya. Alhasil, orang tua Zello menyuruh Zello memakai jet pribadi mereka. "Zello, aku nggak t

