Bab 16

822 Kata

Zello tersenyum tipis mendengar permintaan Sheza saat ini. Tapi dia ingin jika Sheza sendiri yang menceritakan semua tentang hidupnya. "Rumah itu milik mama kandungku. Papa ku nggak berhak sama sekali untuk rumah itu. Aku nggak peduli tentang perusahaan dan yang lainnya yang dia punya. Aku hanya mau rumah itu, tapi sayang nya rumah itu sudah kotor karena ada mereka." Zello menaikkan sebelah alisnya mendengar kalimat yang terakhir. Tapi dia tak ingin menyela apa yang di katakan oleh Sheza saat ini. "Mereka nggak berhak tinggal disana." "Kamu mau selidiki kematian mama kamu?" tanya Zello tiba tiba. Sheza terdiam, dia tak ada pikiran kesana karena yang dia tahu mamanya meninggal di rumah sakit. Dan itu saat dia sedang sekolah. "Apa bisa? Kematian mama sudah lama. Aku nggak perna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN