Yogi malam ini belum bisa terlelap. Alasannya, karena tiba-tiba begitu rindu pada Rei. Biasanya dia bisa datang ke club, berpura-pura memesan room. Setidaknya ada sedikit pembicaraan diantara mereka berdua. Pria itu kemudian berjalan ke nakas, memgambil ponsel miliknya. Ia duduk, menepuk-nepuk ponsel di tangannya. Ragu, takut menggangu istirahat malam wanita pujaannya. "Ganggu enggak ya? Udah jam dua belas," kata Yogi bernarasi. "Chat dulu? Tapi mau denger suara dia. Argh!" Yogi mengacak rambutnya, jadi bingung sendiri. "Langsung telepon aja kan?" Jadi gila sendiri, Yogi terus saja mengomentari apa yang akan dia lakukan. Akhirnya setelah pergumulan dalam hati dan pikirannya, ia menghubungi Rei. Karena merasa tak sanggup lagi untuk menahan keinginannya mendengar suara wanita itu. Y

