Dua puluh enam

1006 Kata

"Morning sayang." Ratih menyapa. Sambil berjalan mendekat kemudian mencium pipi sang suami. "Kenapa kamu?" Bram bertanya karena bingung dengan sikap sang istri. Pagi-pagi sekali Ratih sudah terbangun dan menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami. Senang ketika mendapatkan kabar dari Jun kalau dia sudah bertemu dengan Rei. Senyum sumringah sejak tadi ditunjukkan apalagi ketika melihat foto yang dikirimkan oleh Jun ketika putra sulungnya itu memangku Bebe. Setelah merapikan meja makan, dia duduk di samping Bram. Kemudian mengambil ponsel yang ia letakkan di dalam kantong epron. "Lihat deh Pi. Cucu kita cantik banget deh." Sang suami terlihat tidak antusias. Sebenarnya dia melirik dan kemudian tersenyum di sudut bibirnya. "Untung mirip sama anak kita bukan mirip sama bapaknya." Ratih m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN