Epilog

626 Kata

Disini. Di atap sekolah yang sepi. Raffa menunggu kehadiran Vanna sambil berbaring diatas kursi panjang yang sedari dulu ada disana. Memakai lengannya untuk menutup matanya dari teriknya matahari hari ini. Deruan nafas yang teratur, wajah yang terlihat damai, dengan angin sepoi-sepoi yang semakin mendukung keinginannya untuk tertidur. Tinggal sedikit lagi dirinya terjun kealam mimpi, sebelum sebuah suara membangunkannya. Raffa mengambil posisi duduk lalu mengacak rambut belakangnya. "Ada apa?" Katanya dengan suara serak. Sebuah decakan langsung menyambutnya. "Seharusnya gue yang ngomong gitu. Kenapa manggil gue?" Vanna mengambil posisi duduk disamping Raffa. Menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. Menatap langit biru yang cerah tanpa awan. Raffa mengambil sesuatu dari paper bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN