Eps. 39 Hangatnya Es Dingin

1400 Kata

Padahal tujuan mereka datang ke panti asuhan itu adalah untuk mencari jawaban, menemukan kepingan masa lalu yang hilang, namun yang mereka dapat justru kebingungan baru. Grisel menatap keluar jendela sepanjang perjalanan, pikirannya berputar antara dua nama yang terus mengusik, Siva dan Nyra. Dua nama itu terasa begitu dekat, namun juga asing, seperti dua sisi dari cermin yang retak. Ferrin di sisi lain hanya terdiam sambil menggenggam setir erat-erat, ikut terjebak dalam pertanyaan yang sama. “Kenapa data keduanya begitu berbeda? Apa mungkin ada yang disembunyikan?” lirihnya. Sementara Grisel menunduk, menatap jemarinya sendiri. “Siapa aku sebenarnya?” lirihnya nyaris tak terdengar. Mereka pulang bukan dengan kelegaan, melainkan dengan pikiran yang semakin kusut, seolah misteri masa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN