Part 42

1339 Kata

“AAAKKHHHHH….”, lenguh mereka berdua saat berhasilnya penetrasi. “Masuk juga akhirnya, bu. Ssshhhh….lubang terenak dan tersempit yang pernah k****l bapak rasakan. Ssshhhh….”, ucap pak Narto meresapi jepitan dinding p****t Widya sambil meremas kedua bongkahan p****t Widya. Pak Narto tak langsung memulai aksinya kembali. Ia diamkan terlebih dahulu Kontolnya di dalam sana, memberi kesempatan bagi p****t Widya untuk menerima kembali batang besar itu. Punggung Widya yang terpampang jelas memperlihatkan punggung mulus yang terdapat butiran-butiran keringat yang keluar. Tubuhnya mengkilap dan begitu juga dengan kondisi tubuh pak Narto. Dalam posisi setengah berdiri seperti katak, pak Narto membukukan badanya condong ke arah kepala Widya yang tergeletak menempel diatas kasur. Diciumnya pipi Wi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN