Di depan bangunan rumah mobil yang gue tumpangi telah berhenti. Dengan dibantu driver Online yang mengantarkan gue, gue dipapah Deni untuk masuk ke dalam rumah. Untungnya pagar tak dikunci dari dalam. Mungkin kesadaran gue sudah 90% dikuasai rasa mabuk dan rasa tersebut terus bertambah. Gue dengar suara bel rumah yang dipencet oleh Deni beberapa kali, namun belum ada jawaban dari dalam, beberapa pencetan lagi dilakukan oleh Deni hingga terdengar suara seperti beberapa barang jatuh dan kemudian suara kunci pintu yang dibuka dari dalam lalu munculnya sosok mamah gue yang memakai baju tidurnya. “Loh Evan, kamu kenapa nak?”, khawatir mamah gue yang langsung menanyakan kondisi gue ini. “Gapapa kok, tan. Evan hanya sedikit mabuk karna tadi air yang kira Evan air putih ternyata alkohol dan lang

